Penyebab Rahim Sakit Saat Hamil

Saat masuk dalam masa kehamilan biasanya ada banyak sekali perubahan yang terjadi pada tubuh seorang wanita terutama pada bagian rahim mereka. Saat sebelum masuk dalam masa kehamilan biasanya banyak wanita yang belum menyadari dengan kondisi bagian rahim mereka.

Hal ini akan berubah saat mereka sudah masuk dalam masa hamil karena wanita menjadi lebih peka dari sebelumnya. Hal ini karena wanita memiliki banyak sekali perubahan pada tubuh mereka. Bahkan untuk pergerakan janin pada rahim di dalam rahim sebenarnya bukan sebuah masalah yang harus ibu khwatirkan.

Karena ini adalah hal yang normal terjadi pada wanita yang sedang hamil. Ini juga menandakan jika Janin sudah mengalami pertumbuhan yang bagus pada bagian rahim. Tapi rasa nyeri yang tak biasa dirasakan inilah yang membuat ibu menjadi sangat khawatir dengan kondisinya.

Berikut Penyebab Nyeri Perut Saat Hamil :

1. Penyebab Nyeri otot panggul

Nyeri pada otot panggul merupakan hal normal pada trimester pertama kehamilan. Rasa nyeri pada bagian ini biasanya dapat berubah pada waktu tertentu dengan intesitas yang juga berubah. Mulai dari ringan dengan efek hanya kesemutan saja hingga merasakan keram. Hal ini dikatakan sangat wajar terjadi karena bagian otot Ligamen yang menjadi titik tumpuan rahim secara tetap akan berada pada posisi ini dan mengalami pembesara pada bagian rahim.

Rasa nyeri yang diderita ini juga biasanya akan menyebar pada bagian rahim dan akan mengakibatkan anda mengalami sakit pada sekitaran perut bagian pinggul dan juga bagian punggung bawah.

2. Penyebab perubahan posisi janin

Pergerakan janin dapat dikatakan sangat cepat karena biasanya terjadi pada minggu ke-16 dan 25 pada masa kehamilan. Walaupun pergerakan ini dalam janin ini sangat pelan tapi ibu yang sedang hamil akan merasakan pertumbuhan janin yang semakin membesar.

Seiring dengan bertumbuhnya janin, pergerakan janina akan menjadi lebih terasa dan pada beberapa kasus, Anda akan meraksakan seolah-olah janin sedang menendang-nendang yang biasanya akan menyebabkan bagian rahim agak nyeri. Jika pergerakan ini tiba-tiba terhenti atau melambat secara drastis, segera konsultasikan dengan dokter kandungan Anda. Walaupun sebenarnya tak ada hubungan antara pergerakan dengan pertumbuhan tapi ada beberapa kasus hal ini tanda kehamilan anda ada dalam masalah.

3. Penyebab Kontraksi ringan yang tidak teratur

Kontraksi ringan yang tidak teratur terjadi pada masa awal kehamilan atau biasanya ditemukan pada minggu keenam, tapi kenyataannya beberapa calon ibu bahkan tidak merasakan hal ini. Kontraksi-kontraksi ini terjadi akibat dari terjadinya kontraksi pada otot rahim. Beberapa dokter menyatakan bahwa kontraksi ini terjadi ketika tubuh si calon ibu sedang mempersiapkan diri untuk persalinan.

Kontraksi-kontraksi tersebut dapat menyebabkan kegelian, kesemutan, atau bahkan nyeri seiring dengan berkontraksinya dan merenggangnya rahim. Beberapa wanita yang menyatakan mereka mengalami nyeri pada saat terjadinya kontraksi tidak teratur ini. Jika kontraksi tidak teratur ini terjadi sebanyak empat kali atau bahkan lebih pada kurun waktu satu jam, dan usia kandungan Anda kurang dari 37 minggu, segera konsultasikan dengan dokter kandungan Anda.

4. Penyebab lainnya

Kehamilan dapat menjadikan seorang wanita menjadi lebih peka terhadap kondisi rahimnya. Udara di dalam perut dapat menyebabkan terjadinya rasa nyeri ringan yang mungkin akan dirasakan si ibu seolah-olah janin di dalam rahimnya sedang meluncur. Beberapa wanita akan mendapati rahimnya berdenyut saat mengalami nyeri. Menurut Sears, kondisi ini disebabkan oleh meningkatnya aliran darah sehingga nyeri pun akan menjadi semakin sakit. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan otot rahim menjadi lemah seperti olah raga berat, rasa lapar yang berlebihan, serta stress. Ketika otot rahim menjadi lemah inilah, rasa nyeri akan datang menghampiri

🔥5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *