Penyebab Mata Minus Pada Anak Yang Sudah Terbiasa

Mata minus dalam istilah kedokteran dikenal dengan miopia. Ini merupakan kelainan mata dikarenakan bayangan optik jatuh tidak fokus pada retina, melainkan di depan retina sehingga membuat bayangan terlihat kabur. Anak penderita miopi ini biasanya menonton televisi, melihat papan tulis, atau membaca buku dari jarak dekat, agar lebih terlihat lebih jelas.

Penyebab mata minus

Penyebab mata minus yang paling umum adalah kebiasaan buruk dalam kehidupan sehari-hari, seperti kurang mengkonsumsi makanan sehat. Pola makan dengan gizi seimbang sangat berpengaruh terhadap mata. Anak harus membiasakan makan makanan yang seimbang, baik antara karbohidrat, sayur mayur, dan dilengkapi buah-buahan. Mengkonsumsi karbohidrat secara berlebihan, selain tak baik bagi tubuh, juga tak baik pada ketajaman mata.

Penyebab mata minus lain yang tak terhindarkan adalah faktor keturunan. Orangtua dengan mata minus cenderung mewariskan sifat ini kepada anak-anak mereka.

Berikut ini beberapa kebiasaan penyebab mata minus pada anak:

1. Kurang mengonsumsi zat karoten

Salah satu penyebab mata minus adalah karena kurangnya zat karoten, sehingga anak diharuskan makan-makanan yang mengandung zat tersebut. Zat penting dalam perkembangan fungsi penglihatan ini banyak ditemukan pada sayur-sayuran seperti wortel, bayam, tomat, dan sayur-sayuran berwarna lainnya. Sedangkan buah yang dianjurkan antara lain pisang, pepaya, buah naga, apel, dan umbi-umbian. Balita yang masih dalam masa pertumbuhan sangat dianjurkan makan makanan tersebut agar perkembangan penglihatannya sempurna.

2. Tidur dalam kamar dengan cahaya terang

Mata minus juga dapat disebabkan karena kebiasaan yang salah. Anak yang tidur dalam keadaan terang memiliki potensi lebih mudah mengalami mata minus. Bayi 0-2 tahun berisiko mengalami mata minus ketika ia balita jika sering tidur dalam keadaan terang. Jadi, usahakan lampu kamar dalam keadaan redup untuk meminimalisasi risiko rabun pada anak.

3. Menatap komputer atau televisi dalam jarak dekat

Penggunaan komputer atau televisi terlalu lama dalam jarak dekat dapat mengakibatkankan mata minus pada anak. Sebaiknya, kurangi penggunaan komputer tablet atau televisi. Lebih baik, ajak anak beraktivitas fisik seperti bermain di outdoor agar kegiatannya seimbang.

4. Menggunakan gadget di ruangan yang gelap

Seringkali orangtua menggunakan gadget seperti smartphone atau komputer tablet untuk memutar film agar anak cepat tidur. Padahal, menatap layar tablet di ruangan yang gelap bisa merusak mata. Karena retina harus bekerja keras saat menyesuaikan antara cahaya terang dari layar gadget dengan minimnya cahaya pada ruangan.

5. Melihat Bacaan dengan Huruf Kecil

Melihat tulisan-tulisan yang kecil memaksa mata anak bekerja lebih keras. Karena itu, pilih buku-buku khusus anak atau balita dengan tulisan besar walaupun si kecil belum bisa membaca sendiri. Pilih gambar dan warna yang menarik sehingga merangsang visualnya.

🔥6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *