Penyebab Dan Gejala Awal Anak Terkena Gagap

Gagap adalah gangguan bicara yang ditandai dengan permasalahan pada kelancaran dan alur bicara penderita. Kondisi ini umum terjadi pada anak-anak. Hal ini dapat merupakan fase normal dari proses belajar berbicara. Beberapa anak dapat melalui kondisi ini seiring pertumbuhan mereka, namun ada juga yang terus mengalaminya hingga usia dewasa.

Pada sebagian kasus, gagap juga dapat dialami oleh orang dewasa. Situasi ini umumnya dikarenakan cedera kepala berat, penyakit saraf yang progresif, atau stroke. Trauma psikologi dan obat-obatan juga dapat menyebabkan timbulnya gagap onset lambat pada dewasa.

Penderita gagap biasanya mengalami kesulitan dalam mengucapkan apa yang ingin mereka sampaikan. Penderita gagap dapat memanjangkan atau mengulang suatu kata atau susunan kata ketika berbicara. Sebagian dari mereka bahkan bisa tidak mengeluarkan suara sama sekali untuk suku kata tertentu. Beberapa karakteristik dari penderita gagap:

  1. Memanjangkan bunyi suatu kata, misalnya ‘pppppppppppappa’.
  2. Pengulangan bunyi atau suku kata, misalnya ‘pa-pa-pa-papa’ atau ‘a-a-a-a-pel’.
  3. Memiliki jeda, atau menahan suatu kata atau kata yang tidak dapat diucapkan sama sekali.

Penyebab Gagap

Beberapa penyebab gagap hingga berkembang menjadi kondisi yang permanen, bisa dikarenakan:

  1. Gangguan pada kendali motorik berbicara, seperti pada koordinasi motorik dan sensorik organ berbicara, serta pengaturan tempo atau waktu.
  2. Faktor Memiliki kerabat yang menderita gagap juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap kondisi ini. Kelainan genetik ini memengaruhi pusat bahasa di otak.
  3. Kondisi kesehatan, misalnya sebagai akibat dari trauma, stroke, atau cedera pada otak,
  4. Gangguan mental, seperti trauma emosional.

Dihadapkan kepada situasi yang penuh dengan tekanan, seperti berbicara di hadapan orang banyak juga dapat menyebabkan gangguan ini muncul. Seseorang yang gagap biasanya dapat berbicara dengan baik dan lancar ketika mereka sedang berbicara sendiri, bernyanyi, atau berbicara secara serempak dengan orang lain.
Gagap merupakan kondisi umum yang dapat muncul pada masa pertumbuhan anak dan bisa terus berlanjut hingga usia dewasa.

Beberapa faktor risiko juga memiliki peranan dalam memicu kondisi gagap, yaitu:

  1. Jenis kelamin. Kasus gagap lebih banyak ditemui pada laki-laki dibandingkan
  2. Masa tumbuh kembang yang terhambat. Anak-anak yang pertumbuhannya bermasalah atau memiliki gangguan bicara lainnya memiliki risiko lebih besar untuk mengidap gagap.
  3. Memiliki anggota keluarga dengan riwayat gagap.
  4. Tekanan yang muncul dari keluarga termasuk harapan tinggi dari orang tua dapat memperburuk kondisi gagap yang diderita.

Gejala Gagap

Gagap dapat bertambah buruk ketika penderita sedang dalam keadaan stres, tertekan, terburu-buru, senang atau dalam keadaan canggung. Beberapa gejala gagap yang mungkin muncul, antara lain:

  1. Memiliki kemampuan komunikasi yang terbatas dan kurang efektif,
  2. Gelisah saat berbicara,
  3. Mengedipkan mata dengan cepat,
  4. Menghindari kontak mata,
  5. Gemetar atau tremor pada rahang atau bibir,
  6. Mengalami kesulitan mengucapkan suatu kata, suku kata, atau kalimat,
  7. Mengalami ketegangan pada wajah atau tubuh bagian atas ketika mengeluarkan suatu kata,
  8. Menahan atau memanjangkan suatu kata atau suara di dalam satu kata,
  9. Mengulangi sebuah suku kata, suara, atau kata-kata,
  10. Mengambil jeda diam atau berhenti untuk suatu suku kata tertentu atau di tengah-tengah kata,
  11. Menambahkan kata tambahan, seperti “um” sebelum mengucapkan kata selanjutnya yang dirasa rumit,
  12. Menyentakkan kepala.
  13. Otot wajah yang berkedut.
  14. Mengepalkan tangan,

Hubungi dokter atau ahli terapi jika disertai kondisi berikut ini:

  1. Berlangsung lebih dari 6 bulan
  2. Berlangsung lebih sering atau terus berlanjut hingga anak beranjak dewasa
  3. Terjadi bersamaan dengan gangguan berbicara lainnya,
  4. Disertai otot yang menegang atau kesulitan berbicara yang makin terlihat,
  5. Menyebabkan gangguan emosional, berupa kegelisahan, ketakutan, dan menghindari situasi yang mengharuskan penderitanya berbicara,
  6. Memengaruhi komunikasi di sekolah, lingkungan kerja, atau dalam pergaulan,
  7. Kondisi muncul saat berusia dewasa.
🔥7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *