Pengetian, Gejala, Penyebab Dan Pengobatan Bisul Pada Anak

Bisul adalah benjolan merah pada kulit yang terasa sakit dan berisi nanah. Benjolan ini muncul akibat infeksi bakteri yang memicu peradangan pada folikel rambut, yaitu lubang tempat tumbuhnya rambut.

Bagian tubuh yang paling sering terkena bisul adalah wajah, leher, ketiak, bahu, bokong, dan paha. Ini terjadi karena bagian-bagian tersebut sering mengalami gesekan dan berkeringat. Selain itu, bisul juga bisa tumbuh pada kelopak mata. Kondisi inilah yang biasanya kita kenal dengan istilah bintitan.

Gejala Bisul

Gejala utama pada bisul adalah munculnya benjolan merah pada kulit. Pada tahap awal, ukuran bisul biasanya kecil dan kemudian disertai dengan:

  1. Kulit di sekitar benjolan memerah, bengkak, dan terasa hangat jika disentuh. Ini mengindikasikan bahwa infeksi telah menyebar ke kulit sekelilingnya.
  2. Benjolan bertambah besar dan berisi nanah.
  3. Terbentuk titik putih di bagian puncak benjolan.
  4. Bisul jarang yang membutuhkan penanganan medis oleh dokter karena bisa sembuh dengan sendirinya.

Meski demikian, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika mengalami bisul yang:

  1. Menyebabkan demam.
  2. Terus membesar hingga mencapai diameter di atas 5 cm dan terasa sangat sakit.
  3. Tumbuh lebih dari satu buah di lokasi yang sama. Jenis ini dikenal dengan bisul sabut atau karbunkel, dan kondisi ini merupakan infeksi yang lebih serius.
  4. Tumbuh di dalam hidung, di wajah, atau tulang belakang.
  5. Tidak kunjung sembuh selama lebih dari 14 hari.
  6. Sering kambuh.
  7. Memiliki masalah dengan sistem imun atau dalam pengobatan yang menganggu sistem imun.

Penyebab Bisul

Penyebab utama bisul adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat ditemukan pada kulit dan di dalam hidung manusia tanpa menimbulkan masalah. Infeksi terjadi jika bakteri masuk hingga ke folikel rambut melalui luka gores atau gigitan serangga.

Bisul bisa terjadi pada siapa saja dan ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

  1. Kontak langsung dengan penderita. Risiko penyakit menular ini akan meningkat jika seseorang sering berhubungan langsung dengan penderita, misalnya karena tinggal serumah.
  2. Kebersihan yang tidak terjaga, baik kebersihan pribadi maupun lingkungan.
  3. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena menderita HIV, menjalani kemoterapi, atau menderita diabetes.
  4. Mengalami masalah kulit, misalnya kulit berjerawat atau eksim.

Pengobatan Bisul

Bisul umumnya bisa disembuhkan dengan langkah sederhana di rumah dan jarang memerlukan penanganan medis oleh dokter. Beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk mempercepat penyembuhan adalah:

  1. Mengompres bisul dengan air hangat. Lakukanlah setidaknya tiga kali sehari. Langkah ini akan mengurangi rasa sakit sekaligus mendorong nanah untuk berkumpul di puncak benjolan.
  2. Membersihkan bisul yang pecah dengan kain kasa beserta alkohol dan sabun anti-bakteri. Jangan lupa untuk menutup bisul yang pecah dengan kain kasa steril.
  3. Mengganti perban sesering mungkin, dua hingga tiga kali sehari.
  4. Tidak lupa untuk mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan sesudah mengobati bisul.
  5. Jangan memecahkan bisul dengan paksa. Proses ini bisa memperparah infeksi sekaligus menyebarkan bakteri. Dianjurkan untuk menunggu hingga bisul tersebut pecah dengan sendirinya.

Penderita bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit atau analgesik untuk mengurangi nyeri, contohnya Oles dan Teteskan Moment Propolis. Karena propolis mengandung Bioflavonoid yang berfungsi untuk antibiotik alami dr air liur lebah, getah daun-daun muda serta serat yang ampuh untuk melawan penyakit.

BERIKUT TESTIMONI

Untuk Konsultasi Dan Pemesanan

WA / SMS / TELP 0812 4917 3330

🔥51

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *