Penanganan Yang Tepat Untuk Penderita Autisme Sejak Dini

Autisme adalah jenis gangguan perkembangan pada anak yang memengaruhi bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial. Hal ini juga akan memengaruhi perkembangan anak baik secara fisik maupun mental.

Penyebab Autisme

Penyebab dari autisme masih merupakan perdebatan dan masih menjadi suatu penelitian yang terus menerus diperbaharui. Selain itu, adanya perbedaan dari masing-masing penelitian menyebabkan penyebab autisme sampai saat ini masih belum jelas

  1. Pengaruh psikogenik sebagai penyebab autisme: Orangtua yang emosional, kaku, dan obsesif, yang mengasuh anak mereka dalam suatu ruang yang secara emosional kurang hangat bahkan dingin.
  2. Usia orangtua ketika menikah >35 tahun
  3. Kelahiran Anak pertama atau anak ke-4
  4. Adanya infeksi selama kehamilan
  5. Bayi tidak menangis saat lahir
  6. Adanya gangguan pernapasan pada anak ketika lahir
  7. Anemia pada janin
  8. Kebiasaan merokok pada ibu atau paparan asap rokok ketika ibu hamil
  9. Adanya keluarga yang juga mengalami autisme

Gejala Autisme

Interaksi sosial pada anak autisme dibagi dalam tiga kelompok, yaitu:

  • Menyendiri (aloof): Banyak terlihat pada anak-anak yang menarik diri, acuh tak acuh, dan akan kesal bila diadakan pendekatan sosial serta menunjukkan perilaku serta perhatian yang terbatas (tidak hangat).
  • Pasif: Dapat menerima pendekatan sosial dan bermain dengan anak lain jika pola permainannya disesuaikan dengan dirinya.
  • Aktif tapi aneh: Secara spontan akan mendekati anak lain, namun interaksi ini sering kali tidak sesuai dan sering hanya sepihak.

Hambatan sosial pada anak autisme akan berubah sesuai dengan perkembangan usia. Biasanya, dengan bertambahnya usia maka hambatan tampak semakin berkurang.

Hambatan kualitatif dalam komunikasi verbal dan nonverbal saat bermain

Keterlambatan dan abnormalitas dalam berbahasa serta berbicara merupakan keluhan yang sering, diajukan para orangtua, sekitar 50 persen mengalami hal ini:

  1. Bergumam sebelum mengucapkan kata-kata, mungkin tidak tampak pada autisme.
  2. Mereka sering tidak memahami ucapan yang ditujukan pada mereka.
  3. Biasanya mereka tidak menunjukkan atau memakai gerakan tubuh untuk menyampaikan keinginannya.
  4. Mengalami kesukaran dalam memahami arti kata-kata.
  5. Anak autisme sering mengulang kata-kata yang baru saja mereka dengar.
  6. Bila bertanya sering menggunakan kata ganti orang dengan berbalik, seperti ”saya” menjadi “kamu” dan menyebut diri sendiri sebagai “kamu”.
  7. Mereka sering berbicara pada diri sendiri.
  8. Bicaranya sering monoton, kaku, dan menjenuhkan.
  9. Mereka juga sukar mengatur volume bicaranya.
  10. Kesukaran dalam mengekspresikan perasaan atau emosinya melalui nada suara
  11. Komunikasi non-verbal juga mengalami gangguan.

Aktivitas dan minat anak autisme yang terbatas

  • Abnormalitas dalam bermain terlihat pada anak autisme, seperti pada kebanyakan stereotip, diulang-ulang, dan tidak kreatif.
  • Anak autisme menolak adanya perubahan lingkungan dan rutinitas baru.
  • Mereka juga sering memaksa orangtua untuk mengulang suatu kata atau potongan kata.
  • Dalam hal minat: Terbatas, sering aneh, dan diulang-ulang. Misalnya mereka sering membuang waktu berjam-jam hanya untuk memainkan saklar lampu, memutar-mutar botol, atau mengingat-ingat rute kereta api.
  • Mereka mungkin sulit dipisahkan dari suatu benda yang tidak lazim dan menolak meninggalkan rumah tanpa benda tersebut, misalnya seorang anak laki-laki yang selalu membawa penghisap debu kemanapun dia pergi.
  • Stereotip tampak pada hampir semua anak autisme, termasuk melompat turun naik, memainkan jari-jari tangannnya di depan mata, menggoyang-goyang tubuhnya atau menyeringai
  • Mereka juga menyukai objek yang berputar, seperti mengamati putaran kipas angin atau mesin cuci

Pengobatan autisme

Tujuan terapi pada gangguan autisme adalah untuk mengurangi masalah perilaku serta meningkatkan kemampuan belajar dan perkembangannya, terutama dalam penggunaan bahasa. Tujuan ini dapat tercapai dengan baik melalui suatu program terapi yang menyeluruh dan bersifat individual, dimana pendidikan khusus dan terapi bicara merupakan komponen yang penting.

Berikut Agresivitas yang cukup banyak ditemukan pada anak autisme, memerlukan penanganan yang spesifik, yakni:

Anak:

  • Ajari keterampilan berkomunikasi (non-verbal)
  • Tingkatkan keterampilan sosial (dengan peragaan)

Medis:

  • Konsultasi endokrinologi – Untuk mengatasi agresivitas seksual
  • Konsultasi neurologi – Untuk menyingkirkan adanya kejang lobus temporalis dan sindrom hipotalamik
  • Lingkungan – Lingkungan harus aman, teratur dan responsif

Sekolah:

  • Periksa prestasi akademik yang diharapkan
  • Catat reaksi dari teman-teman
  • Coba kurangi tuntutan dan perubahan
  • Konsultasi dengan para ahli

Rumah:

  • Bagaimana penerimaan keluarga terhadap anak (orangtua dan saudara-saudaranya)
  • Catat tuntutan-tuntutan terhadap anak dan coba kurangi setiap perubahan rutinitas
  • Pembatasan ruang adalah penting
  • Konsultasi dengan para ahli

Bangkitkan rasa percaya diri pada anak:

  • Bantu anak untuk melatih kontrol diri: Stop, lihat, dan dengar
  • Praktik latihan relaksasi: Napas dalam atau mendengar musik
  • Ajari mendeteksi bahaya

Kembangkan berbagai keterampilan sebagai pengganti agresivitas, seperti keterampilan sosial, berkomunikasi, kerjasama, menggunakan waktu senggang, dan berekreasi. Kurangi perubahan rutinitas yang mendadak. Hendaknya keluarga mempunyai rencana terhadap apa yang diharapkan dari anak di rumah. (dr. Ursula Penny)

🔥8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *