Obat Bernutrisi Bagi Penderita Autisme

Autisme adalah istilah umum yang meliputi gangguan mental yang ditandai dengan lam batnya perkembangan mental. Autisme juga merupakan suatu gangguan yang hadir dalam pelbagai tingkatan usia pada anak-anak. Anak-anak dengan autisme memiliki tantangan dalam mempelajari keterampilan dasar seperti berjalan atau makan serta keterampilan bersosialisasi atau berhubungan bahkan dengan keluarga mereka sendiri.

Selama lebih dari empat dekade, jumlah kasus autisme telah meningkat sekitar 10 kali lipat. Meski jumlah tersebut menimbulkan kekhawatiran, tetapi kepedulian yang juga tumbuh di masyarakat juga dapat membantu dilakukannya diagnosis yang lebih awal dan lebih akurat.

Rumitnya autisme dan kurangnya alat diagnosis yang nyata menjadi sebagian masalah yang harus dihadapi oleh para orang tua, pakar kesehatan, dan dokter.

Secara umum, gejala autisme terdeteksi pada usia awal perkembangan anak sebelum mencapai tiga tahun. Berikut adalah beberapa gejala umum yang mungkin dapat membantu Anda untuk lebih waspada.

Gejala Menyangkut Interaksi dan Komunikasi Sosial

  1. Perkembangan bicara yang lamban atau sama sekali tidak bisa bicara.
  2. Tidak pernah mengungkapkan emosi atau tidak peka terhadap perasaan orang lain.
  3. Tidak merespons saat namanya dipanggil, meski kemampuan pendengarannya normal.
  4. Tidak mau bermanja-manja atau berpelukan dengan orang tua serta saudara.
  5. Cenderung menghindari kontak mata.
  6. Jarang menggunakan bahasa tubuh.
  7. Jarang menunjukkan ekspresi saat berkomunikasi.
  8. Tidak bisa memulai percakapan, meneruskan obrolan, atau hanya bicara saat meminta sesuatu.
  9. Nada bicara yang tidak biasa, misalnya datar seperti robot.
  10. Sering mengulang kata-kata dan frasa, tapi tidak mengerti penggunaannya secara tepat.
  11. Cenderung terlihat tidak memahami pertanyaan atau petunjuk sederhana.
  12. Tidak memahami interaksi sosial yang umum, misalnya cara menyapa.

Gejala Menyangkut Pola Perilaku

  1. Memiliki kelainan dalam pola gerakan, misalnya selalu berjinjit.
  2. Lebih suka rutinitas yang familier dan marah jika ada perubahan.
  3. Tidak bisa diam.
  4. Melakukan gerakan repetitif, misalnya mengibaskan tangan atau mengayunkan tubuh ke depan dan belakang.
  5. Cara bermain repetitif dan tidak imajinatif, misalnya menyusun balok berdasarkan ukuran atau warna daripada membangun sesuatu yang berbeda.
  6. Hanya menyukai makanan tertentu, misalnya memilih makanan berdasarkan tekstur atau warna.
  7. Sangat terpaku pada topik atau kegiatan tertentu dengan intensitas fokus yang berlebihan.
  8. Cenderung sensitif terhadap cahaya, sentuhan, atau suara, tapi tidak merespons terhadap rasa sakit.

Penyebab autisme belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga bisa memicu seseorang untuk mengalami gangguan ini. Faktor-faktor pemicu tersebut meliputi:

  1. Jenis kelamin. Anak laki-laki memiliki risiko hingga 4 kali lebih tinggi mengalami autisme dibandingkan dengan anak perempuan.
  2. Faktor keturunan. Orang tua seorang pengidap autisme berisiko kembali memiliki anak dengan kelainan yang sama.
  3. Pajanan selama dalam kandungan. Contohnya, pajanan terhadap minuman beralkohol atau obat-obatan (terutama obat epilepsi untuk ibu hamil) selama dalam kandungan.
  4. Pengaruh gangguan lainnya, seperti sindrom Down, distrofi otot, neurofibromatosis, sindrom Tourette, lumpuh otak (cerebral palsy) serta sindrom Rett.
  5. Kelahiran prematur, khususnya bayi yang lahir pada masa kehamilan 26 minggu atau kurang.

Pengobatan Autisme

Tidak ada yang bisa menyembuhkan autisme. Meski begitu, peneliti menunjukkan bahwa terapi intervensi dini dapat memperbaiki perkembangan anak. Terapi intervensi yang bisa dilakukan sebagai pengobatan autisme adalah:

  1. Terapi bicara dan bahasa. Metode untuk memperbaiki perkembangan komunikasi pada anak autis, melalui latihan bicara dan dukungan interaktif audio-visual
  2. Terapi okupasional. Terapi yang membantu anak berkembang dan meningkatkan kemampuan untuk hidup dan bekerja normal setiap hari
  3. Terapi fisik: terapi yang meningkatkan perkembangan fisik dengan metode fisik seperti pijat dan latihan.
  4. Terapi Moment : TerapiĀ memberikan nutrisi-nutrisi dari produk moment seperti testimoni di bawah ini.
    Mudah-mudahan banyak perkembangan yang lebih baik pada anak autis yang pintar-pintar dan istimewa ini.

BERIKUT TESTIMONINYA

Untuk Pemesana Dan Konsultasi

WA / SMS / TELP 0812 4917 3330

šŸ”„8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *