Manfaat Propolis Untuk Kesehatan

Madu bukan satu-satunya produk yang dihasilkan lebah yang memiliki khasiat mujarab untuk kesehatan. Propolis juga kini sudah mulai naik daun sebagai obat yang digunakan dengan alasan kesehatan. Apa saja manfaat propolis yang bisa kita dapatkan? Simak penjelasannya di bawah ini.

 

Apa itu propolis?

Apa yang dihasilkan oleh lebah? Sebagian besar dari Anda pasti akan menjawab madu, sebuah makanan yang telah dikenal betul manfaatnya. Namun, tahukah Anda, bahwa madu bukanlah satu-satunya produk yang dihasilkan oleh lebah? Selain madu, lebah juga menghasilkan produk yang sangat bermanfaat lainnya yang disebut dengan propolis.

Ketika lebah mencampurkan getah pohon dengan zat yang mereka keluarkan dari tubuh, mereka menghasilkan sebuah zat lengket berwarna coklat kehijauan yang berguna untuk melapisi sarang mereka. Inilah yang disebut dengan propolis.

Propolis bukanlah zat yang baru ditemukan. Ribuan tahun lalu, manusia pada zaman peradaban kuno telah menggunakan propolis untuk kepentingan kesehatan. Orang Yunani memakainya untuk mengobati abses. Bangsa Asyur menggoleskan propolis di atas luka dan tumor untuk melawan infeksi dan mempercepat proses penyembuhan. Bangsa mesir memakainya untuk proses pembalseman mumi.
Apa saja nutrisi yang terkandung dalam propolis?

Kandungan dari propolis sangat bervariasi tergantung dari lokasi lebah dan jenis pohon atau bunga yang diiisap lebah. Sebagai contoh, propolis dari Eropa tidak akan mengandung komposisi yang sama seperti propolis Brasil. Hal ini menyebabkan sulitnya dilakukan penelitian untuk memberi kesimpulan yang tepat mengenai manfaat propolis.

Para peneliti telah menemukan setidaknya 300 jenis senyawa yang terkandung dalam propolis. Kebanyakan senyawa ini terkandung dalam bentuk polyphenol, sebuah bentuk antioksidan yang dapat melawan penyakit dan kerusakan pada tubuh. Lebih spesifik lagi, propolis mengandung polyphenol yang bernama flavonoid. Flavonoid merupakan zat yang diproduksi oleh tubuhan sebagai bentuk proteksi. Zat ini biasa ditemukan pada makanan yang diperkirakan memiliki efek antioksidan seperti buah-buahan, teh hijau, sayur-sayuran, dan anggur merah.

 

Manfaat propolis untuk kesehatan

1. Mengobati luka

Manfaat propolis untuk mengobati luka datang dari senyawa khusus di dalam propolis yang disebut pinocembrin, sebuah kandungan yang berfungsi sebagai anti-inflamasi dan anti-mikroba. Zat ini berperan penting dalam mempercepat penyembuhan luka. Sebuah penelitian menemukan bahwa propolis dapat membantu mempercepat penyembuhan luka bakar dengan mempercepat pertumbuhan sel-sel baru.

Penelitian lain juga memperlihatkan bahwa ekstrak alkohol dari propolis yang dioleskan di atas luka lebih efektif mengurangi sel mast, sel yang merangsang respon inflamasi dan memperlambat penyembuhan luka.

2. Meringankan nyeri

Salep yang mengandung 3 persen propolis dapat mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi lenting dan nyeri akibat herpes genital. Sebuah studi memperlihatkan bahwa propolis yang dioleskan tiga kali dalam sehari dapat meredakan nyeri lenting. Peneliti juga menemukan bahwa krim propolis tidak hanya mengurangi jumlah virus herpes dalam tubuh, namun juga dapat mencegah munculnya lenting kembali.

3. Anti-kanker

Manfaat propolis sebagai obat kanker sudah beberapa kali diteliti. Menurut salah satu studi, terdapat beberapa efek anti-kanker yang terdapat dalam propolis seperti:

Mencegah sel-sel kanker untuk bertambah banyak
Mengurangi kemungkinan sebuah sel menjadi sel kanker
Menghambat jalur komunikasi antar sel kanker

Penelitian tersebut juga menyarankan untuk menjadikan propolis sebagai terapi tambahan (namun tidak sebagai terapi utama) untuk kanker. Penelitian lain menunjukkan bahwa propolis dapat menjadi terapi tambahan yang sangat membantu dalam mengobati kanker payudara.

 

Apakah ada risiko yang ditimbulkan oleh propolis?

Sampai saat ini belum ada penelitian yang cukup untuk menyimpulkan keamanan dari propolis, namun beberapa penelitian mengatakan bahwa propolis memilikir risiko yang rendah untuk menimbulkan bahaya. Manusia biasanya mengonsumsi sebagian kecil propolis saat memakan madu. Biasanya, orang yang memiliki alergi terhadap madu atau lebah, akan mengalami alergi juga terhadap makanan yang mengandung propolis. Propolis juga dapat menimbulkan reaksi alergi bila digunakan dalam jangka waktu lama.

Peternak lebah memiliki kemungkinan besar mengalami alergi terhadap propolis karena mereka menghabiskan banyak waktu di sekitar zat tersebut. Reaksi alergi yang biasa muncul adalah kelainan kulit. Anda mungkin harus berkonsultasi dahulu ke dokter sebelum menjadikan propolis sebagai rencana pengobatan Anda, terutama bila anda memiliki riwayat alergi atau asma. (hallo sehat/Priscila Stevanni)

🔥13

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *