Kandungan BioFlavonoids Propolis Untuk Tubuh

Propolis diperkaya dengan kandungan flavonoid yang memberikan efek antioksidan, anti-inflamasi dan antibiotik yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.Jadi sebenarnya apakah itu Flavonoid? dan dari mana asal flavonoid?

Flavonoid merupakan sekumpulan senyawa yang berjumlah lebih dari 6.000 zat berbeda yang ditemukan di hampir semua tanaman dan bertanggung jawab terhadap munculnya warna tanaman yang beragam dalam nuansa kuning, ungu, dan merah. Diklasifikasikan sebagai pigmen tumbuhan, flavonoid ditemukan pada tahun 1938 oleh seorang ilmuwan Hungaria bernama Albert Szent-Gyorgyi yang menyebutnya dengan istilah ‘vitamin P’.

Flavonoid adalah senyawa yang terdiri dari 15 atom karbon yang umumnya tersebar di dunia tumbuhan.Lebih dari 2000 flavonoid yang berasal dari tumbuhan telah diidentifikasi, namun ada tiga kelompok yang umum dipelajari, yaitu antosianin, flavonol, dan flavon.Antosianin (dari bahasa Yunani anthos , bunga dan kyanos, biru-tua) adalah pigmen berwarna yang umumnya terdapat di bunga berwarna merah, ungu, dan biru .Pigmen ini juga terdapat di berbagai bagian tumbuhan lain misalnya, buah tertentu, batang, daun dan bahkan akar. Flavnoid sering terdapat di sel epidermis.Sebagian besar flavonoid terhimpun di vakuola sel tumbuhan walaupun tempat sintesisnya ada di luar vakuola.

Flavonoid mempunyai sifat kimia yang sangat rumit, dan dapat ditemukan banyak kelompok zat kimia yang berbeda. Kelompok-kelompok ini termasuk flavonol, dihydroflavonols, flavon, isoflavon, flavanon, anthocyanin, dan anthocyanidins. Dalam setiap kelompok ini, terdapat ratusan, dan kadang-kadang ribuan flavonoid yang berbeda. Sebagai contoh, flavonol yang cukup dikenal termasuk quercetin, rutin, dan hesperidin, sedangkan flavon yang terkenal termasuk apigenin dan luteolin.

Flavonoid kadang juga dinamai dengan nama tanaman yang mengandungnya. Ginkgetin adalah flavonoid dari pohon ginkgo, dan tangeretin adalah flavonoid dari tangerine.

Manfaat flavonoid pada kesehatan manusia sebagian dijelaskan oleh aktivitas antioksidan. Karena kandungan bahan antioxidative pada flavonoid yang baik, sehingga dapat menunda atau mencegah timbulnya penyakit (seperti kanker) disebabkan oleh radikal bebas. Flavonoid juga menghambat oksidasi LDL oleh radikal bebas. Flavonoid telah dilaporkan memiliki korelasi negatif dengan insiden penyakit jantung koroner. Selain itu, flavonoid anti-bakteri, anti-virus, anti-tumor, anti inflamasi, antiallergenic, dan efek vasodilatory.

Beberapa manfaat flavonoid

Mencegah Peradangan

Peradangan merupakan respon alami tubuh terhadap kerusakan yang harus dikontrol untuk mencegah terjadinya ‘reaksi yang berlebihan’ dari sistem kekebalan tubuh. Banyak jenis sel yang terlibat dalam sistem kekebalan tubuh – termasuk sel T, sel B, sel NK, sel mast, dan neutrofil – telah terbukti mengubah perilaku mereka dengan pemberian flavonoid sehingga dapat mencegah terjadinya peradangan yang berlebihan.

Antioksidan dengan perlindungan pada struktur sel

Kebanyakan flavonoid berfungsi dalam tubuh manusia sebagai antioksidan. Dalam kapasitas ini, mereka membantu menetralisir molekul oksigen yang terlalu reaktif dan mencegah merusak merusak bagian sel. Dalam tradisi pengobatan China, flavonoid telah digunakan selama berabad-abad sebagai antioksidan. Teh hijau adalah contoh yang paling terkenal yang mengandung flavonoid dan banyak digunakan dalam terapi pengobatan.

Sebagai Antivirus – bahkan terhadap virus HIV

Flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dan antivirus dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti virus atau bakteri. Fungsi antivirus flavonoid telah dibuktikan dengan virus HIV dan juga dengan HSV-1, virus herpes simpleks.

Memperkuat fungsi vitamin C

Hubungan antara flavonoid dan vitamin C sebenarnya ditemukan karena kesalahan. Dr Albert Szent-Gyorgyi, peneliti pemenang Hadiah Nobel yang menemukan flavonoid, menyiapkan vitamin C untuk seorang pasien yang bermasalah dengan pembuluh darah. Vitamin C yang diberikannya tidak 100% murni tapi berisi zat lain yang ternyata bekerja dengan sangat baik. Ketika kemudian Dr. Szent-Gyorgyi memberi vitamin C murni pada si pasien, ternyata hasilnya tidak begitu memuaskan. Dia menduga bahwa flavonoid – zat yang berada dalam resepnya yang pertama – sebagai penambahan ajaib untuk vitamin C. Penelitian akhir-akhir ini telah jelas mendokumentasikan adanya sinergi antara flavonoid dan vitamin C.

🔥8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *