Carilah 3 Kandungan Skin Care Untuk Mengatasi Komedo

Tahukah Anda bahwa ternyata komedo yang tampak seperti titik-titik hitam atau putih pada area hidung sebenarnya adalah salah satu jenis jerawat? Komedo merupakan jenis jerawat comedonal, yang terbagi ke dalam dua yaitu blackheads dan whiteheads.

Baik komedo blackheads yang kehitaman maupun whiteheads yang berwarna putih, dua-duanya tentu perlu diatasi. Nah, jika Anda ingin mengusir para pengganggu ini.

Berikut kandungan skin care untuk mengatasi komedo berikut!

1. Salicylic Acid

Salicylic acid atau asam salisilat adalah kandungan skin care yang kini ada di hampir setiap produk perawatan kulit. Terutama, produk perawatan kulit untuk mengatasi komedo. Apa alasannya? Asam salisilat dapat bekerja menembus lapisan kulit terdalam, sehingga asam ini mampu membersihkan pori-pori secara menyeluruh agar sebum dan kotoran tidak lagi terperangkap di dalam pori-pori. Selain itu, asam salisilat juga akan membantu mengurangi inflamasi, sehingga pas digunakan pada kulit berjerawat dan komedo.

Asam salisilat umumnya ditemukan dalam berbagai produk eksfoliasi. Produk eksfoliasi dengan AHA atau BHA (salicylic acid) memang memiliki kemampuan untuk melepaskan sel-sel kulit mati yang menempel pada permukaan kulit. Bedanya, BHA dapat bekerja membersihkan hingga ke dalam pori-pori. Oleh karena itu, asam salisilat menjadi kandungan yang disebut paling efektif untuk mengatasi komedo yang akar masalahnya berada dalam pori-pori.

2. Benzoyl Peroxide

Umumnya, kandungan benzoyl peroxide digunakan untuk mengatasi jerawat jenis inflammatory, alih-alih jerawat jenis comedonal. Namun, pada dasarnya benzoyl peroxide merupakan kandungan yang efektif untuk hampir semua jenis jerawat, termasuk blackheads dan whiteheads, kok! Benzoyl peroxide memiliki sifat anti-bakteri, sehingga penggunaan produk dengan kandungan benzoyl peroxide dapat membantu membunuh bakteri pada kulit dan area pori-pori, agar komedo tidak semakin parah.

Hanya saja, jika Anda bermasalah dengan komedo dan juga memiliki kulit kering, Anda perlu berhati-hati, nih. Benzoyl Peroxide memiliki efek samping membuat area kulit menjadi sangat kering, sehingga Anda perlu mengimbangi penggunaan benzoyl peroxide dengan pelembap yang memadai. Agar tidak salah penggunaan, Anda bisa mengecek beberapa hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menggunakan produk dengan kandungan benzoyl peroxide di sini.

3. Glycolic Acid

Jika BHA seperti salicylic acid dapat bekerja hingga ke dalam pori-pori, lain halnya dengan AHA. Salah satu AHA yang kerap digunakan untuk mengatasi masalah kulit adalah glycolic acid. Nah, meskipun tidak bekerja hingga ke dalam pori-pori, glycolic acid akan bekerja sebagai eksfoliator kimiawi. Kandungan ini dapat membantu membersihkan kulit dari sel-sel kulit mati, kotoran, maupun minyak pada lapisan terluar kulit, sehingga membuka ‘jalan’ untuk kotoran yang terperangkap dalam pori-pori untuk keluar. Dengan glycolic acid, pori-pori pun tidak lagi tersumbat, yang membuat proses ekstraksi sebum maupun kotoran pada komedo pun menjadi lebih mudah.

Oh, iya, perlu Anda ingat bahwa produk skin care tidak dapat bekerja sendiri. Selain menggunakan skin care dengan kandungan di atas, Anda tetap perlu untuk mengimbanginya dengan perawatan kulit yang sesuai dan memadai, serta pola hidup yang sehat. Anda juga bisa memaksimalkan penggunaan kandungan skin care di atas dengan penggunakan masker yang memiliki khasiat detoksifikasi atau pore cleansing, contohnya charcoal, kaolin clay, bentonite clay, atau mud mask.

Untuk mencegah agar komedo tidak betambah parah, pastikan bahwa kandungan skin care yang Anda gunakan bersifat non-comedogenic alias tidak berpotensi menyumbat pori-pori. Terakhir, jangan lupa bahwa tiap-tiap kandungan skin care memiliki reaksi yang berbeda juga pada tiap kulit. Jadi, pilihlah kandungan skin care dengan bijak dan konsultasikan dengan ahli jika Anda ragu, ya!

🔥8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *