Cara Memilih Dan Alasan Wanita Harus Berkarir

Sejatinya, wanita karir itu bukti bahwa bukan hanya pria saja yang bisa bekerja di ruang publik. Seorang wanita tidak hanya berada di area privat, dalam hal ini rumah saja.

Pergerakan tersebut melahirkan kesadaran di mana wanita juga bisa bekerja di luar. Wanita bisa menjadi pemimpin. Wanita bisa melakukan apa yang pria lakukan.

Lalu, apakah wanita karir itu benar-benar bentuk dari feminisme, dalam arti membuat derajat mereka setara dengan pria? Setiap wanita memiliki jawaban sendiri-sendiri.

Terlepas dari hal tersebut, banyak sekali wanita yang memutuskan untuk berkarir dengan alasan yang sepertinya jauh dari apa yang dimaksud dengan feminisme.

Apa Alasan Kamu Menjadi Wanita Karir?

Semoga saja bukan berikut ini alasan kamu dalam memutuskan untuk menjadi seorang wanita bekerja.

1. Terlanjur Menjadi Sarjana

Memang tidak semua wanita bekerja itu lulusan sarjana. Tidak jarang juga yang justru memiliki background pendidikan yang rendah. Biasanya, mereka tidak bisa bersekolah lantaran tidak ada biaya. Maka dari itu, mau tidak mau, mereka harus bekerja, alias menjadi seorang wanita pekerja. Dan banyak yang kemudian menjadi seorang business woman. Inilah feminisme.

Akan tetapi, ada yang merasa terpaksa. Karena mereka sudah menjadi sarjana, aneh jika harus menjadi seorang ibu rumah tangga. Mereka harus bekerja di kantor karena percuma sekolah tinggi tapi ujungnya hanya memiliki kegiatan di dalam rumah saja.

2. Tidak Ingin Dicemooh Tetangga

Ini juga ada kaitannya dengan alasan sebelumnya. Saat wanita sudah susah payah kuliah dan lulus dengan menghabiskan dana yang tidak sedikit, tentu mereka harus menjadi seorang wanita dengan penghasilan tinggi. Dan itu bisa terjadi jika mereka berkarir. Ini sebuah kebanggaan.

3. Seorang ibu bisa jadi wanita karir

Di sisi lagi, mereka akan dicemooh oleh tetangga jika sudah susah payah kuliah tapi tidak bekerja. Maka, mau tidak mua, mereka harus keluar rumah dan mencari pekerjaan apapun meskipun terkadang gaji yang didapatkan tidak jauh lebih baik dari pedagang kelontong.

4. Berkarir Tidak Harus Bekerja Di Kantor

Ada pergeseran makna antara berkarir di zaman dahulu dengan zaman sekarang. Dulu, orang dikatakan pekerja itu jika berangkat pagi dan pulang sore. Dan mereka memiliki kantor di mana mereka bekerja, entah itu sebagai pemilik usaha atau menjadi seorang pegawai atau karyawan. Namun, lain di zaman sekarang. berkarir tidak harus di kantor. Banyak orang yang bisa berkarir dari rumah. Dengan bermodalkan gadget seperti smartphone, komputer, atau laptop, seseorang bisa berkarir dengan mengerjakan tugas, entah itu dari kantor atau dari client.

Seperti Join bisnis moment..

Untuk Konsultasi Dan Join Bisnis

WA / SMS / TELP 0812 4917 3330

🔥34

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *