Bunda Harus Kenali Kolik Dari Tangisan Bayi

Bayi menangis umumnya merupakan suatu tanda bahwa dia membutuhkan sesuatu atau ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya. Jika penyebabnya sudah teratasi, biasanya bayi akan berhenti menangis. Namun bila semua dugaan penyebab bayi menangis terus sudah diatasi namun bayi tetap menangis hingga berjam-jam, maka ini bisa menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan, yang kadang membuat ibu stres.

Salah satu penyebab bayi menangis berkepanjangan adalah kolik pada bayi. Kolik pada bayi adalah suatu kondisi dimana bayi merasa nyeri atau sakit perut karena adanya udara atau gas di lambung yang mengganggu pencernaan bayi. Kolik bukanlah merupakan gejala penyakit serius dan umum terjadi pada bayi antara umur 2 minggu hingga 4 bulan.

Berikut Ini Cara Mengatasi Kolik pada Bayi

1. Mandikan bayi dengan air hangat

Memandikan bayi dengan air hangat dapat mengurangi rasa nyeri akibat kolik. Selain itu peredaran darah menjadi lancar sehingga dapat membantu mengurangi gejala kolik.

2. Beri sesuatu yang hangat pada perut bayi

Perut bayi biasanya kembung dan rasanya melilit. Untuk membantu mengurangi rasa nyeri perut, ibu bisa meletakkan botol berisi air hangat di perut bayi, mengolesi perut dengan Baby Oil atau minyak kelapa, kemudian usap perut bayi dengan perlahan.

3. Beri bayi probiotik atau air madu hangat

Pemberian probiotik dapat membantu mengatasi kolik pada bayi. Namun sebaiknya ibu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai pemberian probiotik pada bayi. Sedangkan pada pemberian air madu hangat, rasa manis alami pada madu dapat mengurangi rasa nyeri akibat kolik pada bayi.

4. Buat lingkungan yang menenangkan dan nyaman bagi bayi

Kolik pada bayi menyebabkan rasa tidak nyaman di perut. Untuk mengurangi semakin parahnya ketidaknyamanan ini, buatlah lingkungan yang tenang, nyaman, dan jauh dari keramaian atau keributan. Pencahayaan dalam kamar juga sebaiknya diatur agar tidak terlalu terang, redup namun tidak terlalu gelap. Ibu juga bisa memperdengarkan musik ritmis yang disenangi bayi. Selimuti bayi, dan ayun secara perlahan sambil digendong. Jika suasana di luar rumah mendukung, ajak bayi berjalan-jalan.

5. Usahakan bayi kentut

Umumnya bayi mengalami kolik karena ada penumpukan udara atau gas di dalam lambung. Selain menyebabkan perut kembung, penumpukan gas dalam lambung menyulitkan bayi untuk buang air besar. Untuk mengatasinya, rangsang keluarnya gas dengan mengoleskan minyak penghangat badan seperti minyak telon pada perut bayi, mengusap perutnya dengan lembut dan memiringkan bayi ke kanan, sampai bayi kentut atau BAB.

6. Hindari makanan atau minuman pemicu kolik pada bayi

Jika bayi masih minum ASI, sebaiknya ibu mengurangi asupan makanan yang mengandung produk susu, makanan berbumbu kuat, dan makanan atau sayuran yang dapat menghasilkan gas seperti kacang merah, kubis, brokoli, bawang, kafein, kacang merah, dan sebagainya, setidaknya selama 7 – 10 hari. Jika bayi minum susu formula, kemungkinan bayi mengalami intollerant pada susu. Jika hasil diagnosa dokter mengatakan begitu, maka segeralah ganti dengan susu formula bebas laktosa.

Ada kemungkina juga lubang dot terlalu kecil sehingga bayi menelan banyak udara. Ibu dapat mengatasi masuknya udara yang berlebih saat bayi menyusu ASI atau dari botol dengan menyendawakan bayi setelah menyusu.

🔥8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *