Asupan Makanan Yang Bernutrisi Untuk Penderita Autisme

Autisme adalah istilah umum yang meliputi gangguan mental yang ditandai dengan lam batnya perkembangan mental. Autisme juga merupakan suatu gangguan yang hadir dalam pelbagai tingkatan usia pada anak-anak. Anak-anak dengan autisme memiliki tantangan dalam mempelajari keterampilan dasar seperti berjalan atau makan serta keterampilan bersosialisasi atau berhubungan bahkan dengan keluarga mereka sendiri.

Karena itu kita tentu tahu bahwa asupan makanan penderita autisme harus sangat diperhatikan dan dicermati betul jenisnya. Hal ini juga harus diimbangi dengan pemilihan makanan yang tepat sehingga kebutuhan gizi penderita autisme selalu terpenuhi.

Makanan menjadi salah satu hal yang dapat mendukung berkurangnya gejala hingga meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan penderita autisme.

Untuk itu asupan makanan penderita autisme haruslah bergizi lengkap dan sesuai dengan prinsip dietnya. Beberapa tips agar asupan makanan penderita autisme selalu bergizi adalah:

1. Mevariasikan jenis makanan

Perlu diingat bahwa pemilihan makanan pada penderita autisme haruslah dilakukan sesuai diet khusus autisme. Perhatikan bahwa pemilihan variasi makanan harus tetap patuh pada prinsip diet autisme.

Variasikan makanan misalnya daging ayam, daging sapi atau daging kalkun atau mevariasikan jenis dan warna buah dan sayur sayur dalam satu hari. Hal ini penting agar asupan gizi penderita autisme bisa beragam sehingga asupan gizinya tercukupi.

2. Kenalkan bahan makanan baru

Berkaitan dengan variasi bahan makanan, mengenalkan bahan makanan baru bisa dilakukan. Kenalkan pilihan bahan makanan seperti olahan protein hewani, buah dan sayur berwarna mencolok atau camilan sehat.

Perhatikan bahwa pilihan makanan baru penderita autisme bukan merupakan bahan makanan yang mengandung kasein atau gluten, ya.

3. Menetapkan jadwal makan yang rutin

Jadwal makan yang rutin akan membuat asupan makan anak autis teratur sehingga asupan gizi lebih terkontrol. Ajarkan agar penderita autisma terbiasa dengan waktu makan, misalnya tiga kali makan utama dan dua hingga tiga kali makan camilan, dalam sehari.

Pengaturan makan yang bergizi akan mendukung kualitas hidup penderita autisme. Hal ini akan membuat fungsi organ dan sistem tubuh penderita autisme tercukupi kebutuhan gizinya.

🔥6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *