8 Cara Mendidik Anak Menjadi Penurut

Pada dasarnya, diakui atau tidak, penyebab anak menjadi penurut atau bahkan menjadi nakal sedikit banyak dipengaruhi oleh campur tangan orangtua. Diperlukan kesabaran dan usaha serta kerja keras yang ekstra untuk terus mengajarkan dan mendidik mereka menjadi seseorang yang penurut dan patuh pada semua perintah baik yang diberikan orangtuanya.

Biasanya para orangtua bila anak kita terlalu susah diatur selalu menakuti anaknya dengan cara kekerasan. Justru sebaliknya, hal ini malah akan membuat anak anda semakin liar. Dalam hal ini orangtua harus mampu menerapkan pola asuh dan cara mendidik anak yang nakal menjadi patuh dan penurut namun tidak dilakukan dengan jalan kekerasan seperti main pukul, main cubit atau ancaman, sebab hal-hal ini akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan anak.

Berikut ini tips mengatasi anak bandel :

1. Bagaimana jika anak bandel dan tidak mau nurut kata orang tua?

Hindari kemarahan kepada anak, karena ibarat batu jika dipalu justru bisa menimbulkan suara yang lebih keras dan bahkan bisa pecah. Selalu upayakan kata-kata lembut dan penuh perasaan. Plus bacakan sholawat sambil terus berdoa kepada Allah supaya dilembutkan hati si anak.

2. Bagaimana kalau tetap tidak bergeming?

Anda bisa saja menggunakan kata yang agak bernada keras, tapi ini harus diimbangi dengan kekuatan emosi dan kekuatan batin yang matang. Kata bernada keras dibarengi dengan hati yang dongkol/ marah justru bisa menular kepada anak. Oleh karena itu, jika menasehati dengan bahasa yang agak bernada keras, hati harus tetap tenang dan tidak boleh sampai emosi timbul (ini yang agak sulit hehehe…) tapi tenang, ada cara latihan untuk memunculkan kekuatan batin kok.

3. Tidak Memberikan Predikat “Nakal” Pada Anak

Jangan memberikan mereka predikat ‘anak nakal’, ‘anak bandel’ dan lain sebagainya. Itu akan membuat mereka tidak percaya diri dengan lingkungannya. Selain itu, predikat yang terlanjur anda berikan pada anak ini akan membuat mereka seperti diberikan sebuah label yang terus melekat dalam diri mereka sehingga membuat mereka merasa sia-sia saat mereka menjadi anak yang baik.

4. Jadilah Contoh yang Baik

Jadi perbaiki terlebih dahulu sikap kita dan jadilah contoh yang baik untuk mereka. Pelajaran paling jitu yang bisa diberikan pada anak tidak hanya terbatas pada teori dan nasihat, namun juga harus dibarengi dengan praktik dan kenyataan.

5. Bersikaplah yang Lembut

Kendalikan amarah anda dan bersikap lembut serta tanyakan pada mereka mengapa hal tersebut itu. Setelah itu, baru berikan nasihat dan sampaikanlah dengan lembut. Anak anda bisa jadi merasa malu dan bersalah dengan masalah yang ia buat, untuk itu jangan perparah penyesalannya dengan caci makian anda yang akan membuat mereka semakin tertekan.

6. Tetapkan Aturan dan Berikan Sanksi yang Tegas

Lakukan sanksi yang tegas untuk mereka yang salah namun, tidak dengan kekerasan. Misalkan ketika anda memberlakukan peraturan belajar namun malah asyik bermain game. Berikan sanksi ambil permainannya sampai waktu belajar di malam hari diselesaikannya. Dengan begini anak akan dengan perlahan menyelesaikan kewajibannya sebelum mengambil hak-haknya.

7. Jadilah Orangtua yang Konsisten

Berhentilah memberikan toleransi pada anak-anak sewaktu aturan yang anda terapkan dilanggarnya. Semakin banyak toleransi yang anda berikan akan membuat anak lebih leluasa melanggar semua peraturan yang telah anda buat untuk mereka. Dengan begitu mereka akan cenderung menjadi pembangkang dan sulit diatur.

8. Mengajak anak sholat 5 waktu di masjid

Sholat berjama’ah di masjid dapat menjadikan anak menjadi lebih tenang batinnya dan lebih khusuk daripada di rumah. Selain itu, anak akan lebih mencintai masjid dan bergabung dengan orang-orang sholeh yang rajin sholat di masjid. Dengan demikian akan berpengaruh terhadap jiwa anak.

🔥22

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *