7 Penyebab Anda Bisa Mengalami Gangguan Makan

Gangguan makan adalah sikap yang berbeda tehadap makanan yang menyebabkan seseorang mengubah perilaku dan kebiasaan makannya. Hal ini dapat menjadi kondisi serius yang berdampak negatif pada kesehatan, emosi dan kemampuan seseorang dalam berbagai area kehidupan yang penting.

Seseorang dengan gangguan makan terlalu berfokus pada berat badan dan bentuk tubuh, sehingga membuat pilihan yang tidak menyehatkan dalam hal makanan dan pada akhirnya berpotensi mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memperoleh nutrisi yang cukup. Gangguan makan juga dapat mengganggu fungsi jantung, sistem pencernaan, tulang, gigi, dan mulut . Selain itu, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius yang mengancam nyawa.

Terdapat beberapa jenis gangguan makan, namun tiga penyakit yang paling sering dijumpai adalah anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan gangguan makan berlebihan. Jumlah penderita bulimia sekitar dua hingga tiga kali lebih banyak dibanding penderita anoreksia nervosa, di mana sebagian besar (90 persen) penderitanya adalah wanita antara usia remaja dan awal masa dewasa .

Penderita biasanya bisa kembali pada kebiasaan makan yang lebih sehat setelah melalui diagnosis yang tepat dari dokter. Beberapa penderita terkadang menyangkal memiliki masalah ini, namun ada beberapa gejala yang dapat dijadikan pertanda bahwa seseorang menderita gangguan makan.

Penyebab Gangguan Makan

Gangguan makan bisa terjadi karena banyak hal, antara lain:

  1. Tekanan masyarakat. Kesuksesan dan nilai seseorang sering disalahartikan dengan tubuh yang ramping. Tekanan kelompok dan pandangan orang di media tersebut dapat memicu keinginan untuk berusaha keras memiliki tubuh ramping.
  2. Beberapa orang memiliki gen yang dapat memicu perkembangan gangguan makan. Seseorang yang memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita gangguan makan cenderung berisiko mengalaminya juga.
  3. Masalah emosi dan psikologi. Penderita gangguan makan biasanya memiliki masalah emosi dan psikologi yang memicu mereka mengalami kondisi ini. Penderita mungkin memiliki kepercayaan diri yang rendah, perfeksionis, sikap impulsif, atau hubungan yang terganggu dengan anggota keluarga atau teman. Selain itu, gangguan makan juga bisa dipicu oleh keadaan yang sarat tekanan dan pengalaman buruk (misalnya pelecehan seksual, intimidasi, atau kehilangan orang yang dekat).

Selain hal-hal di atas, ada sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan makan, di antaranya:

  1. Usia. Remaja putri atau wanita muda mulai usia 20-an cenderung lebih banyak menderita gangguan ini dibanding pria.
  2. Profesi. Atlet, aktor, model juga berisiko tinggi mengalami gangguan makan karena dituntut untuk menurunkan berat badan oleh pekerjaan.
  3. Gangguan psikologi. Seseorang dengan gangguan psikologi, seperti depresi, stres, perasaan cemas atau sikap kompulsif-obsesif cenderung menderita gangguan makan.
  4. Diet yang tidak wajar. Seseorang yang melakukan diet secara berlebihan cenderung dapat mengalami gangguan makan.
🔥22

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *