7 Makanan Kaya Zat Besi Untuk Penambah Darah Bagi Bayi

Apakah Anda sering merasa pusing, gampang lelah, kedinginan, atau sulit bernapas? Hati-hati sebab gejala tersebut merupakan gejala anemia. Kondisi tersebut terjadi saat sel darah merah, konsentrasi hemoglobin, dan protein pada sel darah merah Anda rendah. Anemia bisa terjadi karena kurangnya zat besi dalam tubuh.

Lalu bagaimana cara mencegah atau mengatasi anemia? Kalau anemia tersebut diakibatkan oleh defisiensi zat besi, Anda bisa menemukannya pada makanan. Berikut ini adalah beberapa makanan untuk menyembuhkan anemia akibat kekurangan zat besi.

Oleh karenanya, agar tubuh tidak kekurangan darah, biasakan untuk mengkonsumsi makanan penambah darah yang kaya zat besi. Berikut beberapa kelompok makanan yang dapat menjadi penambah darah tubuh.

  • Daging merah

Daging merah, seperti daging sapi dan daging kambing, adalah sumber zat besi heme. Daging merah merupakan makanan penambah darah yang paling mudah ditemui. Dalam 100 gram daging merah terkandung 2,7 mg zat besi. Ini sudah memenuhi 15% asupan harian yang disarankan.

  • Jeroan

Organ dalam hewan seperti hati, ginjal, otak dan jantung, mengandung zat besi yang tinggi. Bahkan 100 gram hati sapi mengandung 6,5 mg zat besi yang sudah memenuhi 36% asupan harian yang disarankan.

  • Daging unggas

Mengkonsumsi 100 gram daging ungags, seperti ayam, sudah memenuhi 13% asupan harian zat besi yang disarankan. Selain ayam, makanan penambah darah dari golongan daging unggas adalah daging bebek.

  • Seafood atau boga bahari

Seafood, terutama kerang dan tiram, kaya akan zat besi. Bahkan dalam 100 gram kerang terdapat 28 mg zat besi, yang bisa memenuhi 155% dari asupan zat besi harian yang disarankan. Namun, kandungan zat besi dari kerang-kerangan sangat bervariasi, ada yang tinggi dan ada juga yang jauh lebih rendah.

  • Sereal

Pilih sereal yang sudah diberi kandungan tambahan zat besi sebagai makanan penambah darah Anda.

  • Sayuran berwarna hijau gelap

Sayuran hijau, seperti bayam dan brokoli, merupakan sumber zat besi yang baik. Namun disarankan untuk memasak bayam terlebih dahulu untuk mendapatkan manfaat zat besi yang maksimal. Dengan dimasak, zat besi akan lebih mudah terserap oleh tubuh.

  • Kacang-kacangan, polong-polongan, biji-bijian

Contohnya kacang arab, kacang kedelai, kacang hitam, biji wijen, dan biji labu.

Penambah Darah sesuai Usia

Kebutuhan zat besi sebagai makanan penambah darah berbeda untuk masing-masing kelompok usia. Berikut beberapa kelompok usia yang memerlukan perhatian khusus dalam asupan makanan penambah darah.

Pada bayi

  1. Pemberian ASI atau susu formula yang diperkaya dengan zat besi sangat dibutuhkan untuk mencegah bayi kurang darah. Sebisa mungkin, berikan ASI hingga bayi berusia 12 bulan.
  2. Hindari susu sapi karena bukan merupakan sumber zat besi yang terbaik untuk bayi di bawah satu Sebisa mungkin hindari juga susu kambing dan susu kedelai sampai bayi Anda berusia setahun.
  3. Setelah usia satu tahun, pastikan Si Kecil tidak terlalu banyak mengonsumsi susu, karena justru dapat mengurangi porsi makanan lain, termasuk makanan kaya zat besi.
  4. Sejak usia 6 bulan, bayi sudah dapat diperkenalkan dengan makanan padat pendamping ASI (MPASI). Berikan si Kecil makanan yang kaya vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi.
  5. Bayi memerlukan sekitar 11 mg zat besi per hari.
🔥21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *