6 Penyebab Haid Telat

Sering telat haid? Beberapa wanita mungkin sering mengalaminya selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. Umumnya, wanita memiliki periode menstruasi atau haid setiap 28 hari. Anda bisa memiliki periode yang lebih pendek atau lebih panjang dari ini, setiap 24-35 hari. Namun, jangan khawatir jika Anda telat haid atau memiliki periode haid yang tidak teratur. Ada banyak alasan mengapa hal ini bisa terjadi.

Penyebab telat haid

Berikut ini beberapa alasan yang bisa melatarbelakangi mengapa Anda bisa telat haid. Ternyata, alasannya tidak melulu berhubungan dengan kehamilan loh.

1. Hamil

Bagi Anda yang sedang menunggu calon buah hati, mungkin telat haid merupakan suatu kabar gembira bagi Anda. Tapi, tunggu dulu, sebaiknya pastikan apakah Anda berhasil hamil atau tidak. Karena tanda kehamilan bukan hanya telat haid dan telat haid bukan berarti Anda hamil. Anda bisa memastikan kehamilan Anda ini dengan tes kehamilan sendiri di rumah dengan test pack.

2. Stres

Tidak hanya karena kehamilan, telat haid juga bisa disebabkan oleh alasan lain, seperti stres. Saat stres, hormon-hormon dalam tubuh Anda dapat terpengaruh. Salah satu hormon yang terpengaruh adalah hormon gonadotropin (GnRH). Penurunan jumlah hormon gonadotropin dapat menyebabkan pelepasan telur wanita tertunda sehingga telat haid. Periode haid Anda mungkin akan kembali normal setelah beberapa bulan atau lebih. Sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter.

3. Masalah berat badan

Berat badan ternyata dapat memengaruhi hipotalamus, yaitu kelenjar dalam otak yang bertanggung jawab dalam mengatur berbagai proses dalam tubuh, termasuk siklus haid. Berat badan berlebih atau penurunan berat badan yang banyak dalam waktu cepat dapat mengganggu kerja hipotalamus. Tubuh tidak akan melepaskan hormon estrogen yang dibutuhkan untuk membangun dinding rahim, jika berat badan Anda terlalu kurus. Sebaliknya, tubuh akan menghasilkan estrogen dalam jumlah lebih jika Anda kelebihan berat badan.

4. Ketidakseimbangan hormon

PCOS atau sindrom ovarium polikistik merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon seks dalam tubuh wanita. Ketidakseimbangan hormon ini dapat menyebabkan tumbuhnya kista ovarium yang dapat mencegah pelepasan telur secara teratur. Atau, bahkan pelepasan telur berhenti. Gejala lain dari PCOS adalah pertumbuhan rambut berlebih, kenaikan berat badan, dan jerawat.

5. Penyakit

Telat haid juga bisa disebabkan oleh berbagai penyakit, seperti hipertiroid atau hipotiroid. Kedua penyakit ini berhubungan dengan kelenjar tiroid yang mempunyai peran dalam mengatur metabolisme tubuh. Selain itu, penyakit diabetes dan penyakit celiac juga dapat memengaruhi siklus haid Anda. Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan periode haid tidak teratur. Sementara, penyakit celiac dapat mencegah tubuh dalam menyerap nutrisi penting, sehingga menyebabkan haid terlambat.

6. Perimenopause

Perimenopause adalah periode transisi dari usia reproduktif ke usia nonreproduktif. Biasanya perimenopause ini terjadi 2-8 tahun sebelum menopause. Pada saat ini, hormon estrogen Anda mulai berkurang, sehingga Anda mungkin akan mengalami perubahan siklus haid. Selain itu, Anda juga bisa mengalami hot flashes, sering berkeringat di malam hari, sulit tidur, vagina kering, dan perubahan suasana hati.

🔥7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *