5 Penyebab Utama Seseorang Mengalami Buta Warna

Buta warna adalah berkurangnya kualitas penglihatan terhadap warna yang umumnya diturunkan kepada anak dari orang tua sejak dilahirkan. Penderita buta warna cenderung mengalami kesulitan saat melihat warna merah, hijau, biru, atau campuran warna-warna ini.

Gejala Buta Warna

Penderita buta warna mungkin hanya bisa melihat beberapa gradasi warna, sementara sebagian besar orang yang normal dapat melihat ratusan warna. Gejala lainnya, sebagian penderita buta warna tidak dapat membedakan antara warna merah dan hijau, namun bisa melihat warna biru dan kuning dengan mudah. Sebagian orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka mengalami buta warna sebelum menjalani tes penglihatan warna.

Tipe-tipe Buta Warna

Sebagian besar penderita buta warna akan sulit membedakan gradasi warna merah, kuning, dan hijau seperti warna oranye dan cokelat. Tipe ini disebut dengan buta warna merah-hijau. Tipe ini juga menjadikan penderita sulit membedakan antara warna merah dengan warna hitam dan berbagai gradasi warna ungu. Pria memiliki kecenderungan mengalami buta warna tipe ini lebih besar dibandingkan dengan wanita. Tipe buta warna yang paling jarang terjadi adalah buta warna tipe biru-kuning di mana penderita tidak bisa membedakan warna biru, hijau, dan kuning.

Penyebab Buta Warna

Proses melihat warna melintasi spektrum cahaya diawali dengan kemampuan alamiah mata dalam membedakan warna-warna dasar, seperti warna merah, biru, dan hijau. Namun, mata seorang penderita buta warna tidak dapat melihat atau membedakan warna sebagaimana mata normal. Hal ini terjadi karena ada gangguan pigmen pada reseptor penglihatan warna (sel kerucut di mata). Ketika salah satu pigmen hilang, maka mata akan memiliki masalah dalam melihat warna tertentu.

Ada beberapa penyebab seseorang mengalami buta warna, di antaranya:

1. Faktor genetik.

Kebanyakan penderita buta warna yang mengalaminya sejak lahir disebabkan oleh faktor genetik yang berikatan dengan kromosom X. Seorang ayah penderita buta warna tidak akan memiliki anak yang menderita buta warna kecuali pasangannya memiliki gen buta warna. Hal ini mungkin karena wanita lebih berperan dalam menjadi pembawa gen (carrier) yang akan mewarisi buta warna kepada anak. Anak perempuan dipastikan mengidap buta warna jika kedua orang tua adalah pembawa gen buta warna.

2. Penyakit

Terdapat sejumlah penyakit yang bisa menyebabkan buta warna, seperti penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, glaukoma, kanker darah (leukemia), diabetes, pecandu minuman beralkohol kronis, degenerasi makula, dan anemia sel sabit.

3. Usia

Kemampuan seseorang untuk membedakan warna perlahan-lahan akan berkurang seiring pertambahan usia. Ini adalah hal yang alami dalam proses penuaan dan tidak perlu dicemaskan secara berlebihan.

4. Bahan kimia

Seseorang bisa mengalami buta warna jika terpapar bahan kimia beracun, misalnya di tempat kerja, seperti karbon disulfida dan pupuk.

5. Efek samping pengobatan tertentu

Beberapa pengobatan berpotensi menyebabkan buta warna, seperti digoxin, phenytoin, klorokuin, dan sildenafil. Jika gangguan disebabkan oleh pengobatan, biasanya pandangan akan kembali normal setelah berhenti mengkonsumsi obat.

🔥66

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *