4 Pengobatan Mujarab Mengatasi Penyakit Bronkitis

Bronkitis merupakan peradangan yang terjadi pada lapisan saluran bronkial yang berfungsi untuk membawa udara dari dan ke paru-paru. Gangguan bronkitis bisa disebabkan oleh virus, bakteri, maupun organisme lain seperti mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia. Seorang penderita bronkitis sering mengalami batuk lendir yang menebal yang dapat berubah warna.

Gejala Bronkitis

Tanda-tanda atau gejala yang umumnya timbul dari seorang penderita bronkitis baik itu bronkitis akut maupun bronkitis kronis antara lain adalah :

1. Batuk

Seorang penderita bronkitis akut biasanya akan mengalami batuk-batuk yang terjadi berkisar hingga 3 minggu lamanya. Sedangkan pada penderita bronkitis kronis, batuk-batuk dapat terjadi +/- selama 3 bulan lamanya, dimana hal tersebut dapat menimbulkan serangan berulang selama 2 tahun berturut-turut.

2. Timbulnya lendir atau dahak

Setiap kali mengalami batuk biasanya penderita bronkitis akan disertai dengan munculnya dahak atau lendir yang kental. Lendir ini lama- kelamaan dapat berubah warna bisa jernih, putih, kuning keabu-abuan, hijau, dan bahkan mungkin bisa berupa darah.

3. Kelelahan

Gejala lain dari penyakit ini adalah penderita sering mengalami kelelahan, apalagi setelah mengalami batuk-batuk maupun ketika sedang melakukan aktivitas lainnya yang terjadi secara terus menerus.

4. Sesak Nafas

Sesak nafas yang timbul pada penderita bronkitis sangat mirip dengan seseorang yang sedang mengalami gangguan asma (mengi). Hal ini terjadi karena terjadi penyumbatan pada saluran nafas oleh lendir atau dahak.

5. Demam dan menggigil

Penderita bronkitis juga dapat mengalami demam yang disertai dengan menggigil, nyeri pada tenggorokan, otot-otot terasa nyeri, dan berbagai gejala lain seperti flu.

6. Dada terasa tidak nyaman

Pada saat melakukan aktivitas, walaupun itu ringan, penderita bronkitis bisa mengalami penyebab dada sesak nafas yang pada akhirnya dapat membuat ketidaknyamanan pada bagian dada.

7. Terjadi pembengkakakan di beberapa organ tubuh

Seorang penderita bronkitis biasanya akan mengalami pembengkakan dibeberapa bagian tubuh seperti pada pergelangan kaki, kaki, maupun pada tungkai kiri dan kanan. Wajah dan pipi terlihat kemerahan.

Penyebab Bronkitis

Bronkitis merupakan suatu gangguan saluran pernafasan yang biasanya disebabkan oleh beberapa hal seperti :

1. Virus

Pada umumnya virus penyebab gangguan ini sama dengan virus yang menyebabkan gangguan flu atau influenza. Dimana penggunaan obat jenis antibiotik tidak akan berguna pada sebagian besar kasus bronkitis, karena antibiotik tidak sanggup untuk mematikan virus.

2. Polusi udara

Terjadinya polusi udara yang menyebabkan udara menjadi tidak sehat juga sangat berpotensi untuk menjadi salah satu penyebab tejadinya gangguan bronkitis. Debu-debu yang secara sengaja maupun tidak sengaja kita hirup dapat mengganggu fungsi pernafasan seseorang.

3. Kebiasaan merokok

Seorang pecandu rokok sangat berpotensi untuk mengembangkan resiko terkena bronkitis. Pada saat sedang merokok, tanpa disadari hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya iritasi pada saluran udara atau bronkus. Dimana organ tubuh tersebut akan menghasilkan berbagai macam respon peradangan serta timbulnya lendir yang berlebihan yang tidak mampu dihilangkan secara alami oleh silia (rambut halus pada lapisan mukus) yang rusak.

Faktor Resiko

Beberapa faktor yang dapat mengembangkan resiko terjadinya gangguan ini antara lain adalah :

1. Asap rokok

Seseorang yang dikenal sebagai perokok aktif maupun perokok pasif dapat memiliki tingkat resiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit ini. Hal ini karena bahaya asap rokok yang sering kali dihirup.

2. Sistem kekebalan tubuh

Seseorang yang memiliki penyakit akut lain seperti pilek maupun suatu kondisi kronis yang kompromi sistem kekebalan tubuh dapat mengembangkan peningkatan resiko bronkitis.

3. Paparan bahan kimia

Seseorang yang bekerja pada tempat-tempat yang beresiko tinggi terkena paparan bahan kimia, seperti pada perusahaan tekstil dapat juga beresiko terkena penyakit ini.

4. Refluks lambung

Gangguan lambung yang parah dapat juga menyebabkan iritasi pada tenggorokan yang dapat menyebabkan seseorang lebih rentan untuk mendapatkan bronkitis.

Pengobatan

Dalam kebanyakan kasus, bronkitis dapat disembuhkan tanpa melalui proses pengobatan dalam jangka waktu +/- 2 minggu. Namun, dalam beberapa situasi tertentu, seorang dokter bisa saja meresepkan penggunaan berbagai jenis obat-obatan seperti :

1. Antibiotik

Seperti yang telah kita ketahui bahwa penggunaan antibiotik tidak dapat membunuh adanya virus penyebab suatu penyakit, seperti bronkitis. Pemberian obat-obatan ini ditujukan pada saat dokter mencurigai penyebab gangguan tersebut adalah karena infeksi bakteri.

2. Obat Batuk

Penggunaan obat ini ditujukan menekan terjadinya batuk berdahak atau untuk membantu menghilangkan iritasi pada bagian paru-paru atau saluran udara dalam tubuh.

3. Obat-obatan lain

Dokter kemungkinan besar dapat merekomendasikan penggunaan inhealer atau obat-obatan lain untuk membantu mengurangi peradangan, serta membuka penyempitan saluran udara di paru-paru.

4. Terapi

Pengobatan ini dilakukan terutama bagi penderita bronkitis kronis, yaitu dengan cara pelatihan agar mempermudah sistem pernafasan pasien.

Adapun langkah-langkah yang bisa digunakan untuk membantu meringankan gangguan ini antara lain adalah :

  • Jauhi merokok atau paparan asap rokok untuk menghindari terjadinya iritasi pada paru-paru.
  • Penggunaan humidifier untuk mengatur kelembaban udara di ruangan. Hal ini dapat membantu meredakan batuk, serta dapat melonggarkan lendir di saluran napas.
  • Atur pola makan dengan sering makan sayur dan buah-buahan.
  • Penggunaan masker pada saat melakukan kegiatan di luar ruangan untuk menghindari paparan udara dingin maupun polusi udara yang dapat memperburuk kondisi batuk dan menyebabkan sesak napas.
  • Konsumsi Moment Propolis bisa mengatasi bronkitis tanpa operasi.

Karena moment propolis memiliki Bioflavonoid yang berfungsi membantu memperbaiki kerapuhan dan kebocoran salurah darah dan juga memulihkan sistem kapilari ( didalam 1 tetes kandungan biflavonoid propolis setara dengan bioflavonoid yang dihasilkan oleh 500 buah jeruk )

Berikut Kandungan Bioflavonoid lainnya sebagai :

  1. Anti-Inflamasi (anti radang).
  2. Anti- Neoplasma (tumor /kanker).
  3. Memiliki aktivitas regulasi terhadap enzyme dan hormone didalam tubuh
  4. Sebagai antioksidan untuk tubuh
  5. Berguna untuk memperbaiki kinerja jantung.
  6. Melindungi permeabilitas dinding pembuluh darah dan elastisitas
  7. Mencegah dari berbagai radikal bebas dari jamur, virus dan bakteri
  8. Berfungsi untuk menurunkan kadar lemak di dalam tubuh.

BERIKUT TESTIMONINYA

Untuk Pemesanan Dan Konsultasi

WA / SMS / TELP 0812 4917 3330

🔥212

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *