3 Strategi Sederhana Dan Cepat Dapat Momongan

Proses hamil sebenarnya sederhana.

Pembuahan (konsepsi) terjadi ketika sperma pasangan pria bertemu dan membuahi sel telur pasangan wanita.

Bagi beberapa wanita, pembuahan terjadi begitu mudah. Tetapi bagi wanita yang lain terasa sulit.

Dari setiap 100 pasangan yang ingin hamil, 80 sampai 90 diantaranya bisa dengan mudah hamil dalam waktu satu tahun. Sisanya akan memakan waktu lebih lama, atau mungkin perlu bantuan medis untuk bisa hamil.

Untuk memahami pembuahan dan kehamilan, Anda harus mempelajari teori mengenai organ reproduksi laki-laki dan wanita, masa ovulasi, siklus menstruasi, masa subur dan bagaimana cara meningkatkan kesuburan baik bagi pasangan pria atau wanita.

Berikut ini adalah 3 strategi sederhana yang bisa Anda lakukan untuk membantu Anda cepat hamil:

1. Stop KB sejak dini

Hentikan menkonsumsi pil KB beberapa bulan sebelum Anda memulai program hamil. Hentikan juga semua jenis kontrasepsi hormonal (seperti KB suntik dan spiral).

Karena Anda mungkin telah mengkonsumsi kontrasepsi ini selama beberapa lama, tubuh Anda membutuhkan waktu hingga beberapa kali siklus menstruasi agar bisa mulai berovulasi secara teratur lagi dan siap untuk menerima kehamilan.

2. Deteksi masa subur Anda

Tidak peduli seberapa sering Anda dan suami Anda berhubungan intim, jika Anda tidak melakukannya pada hari tersubur Anda, Anda tetap sulit untuk hamil.

Kesalahan terbesar wanita yang sulit hamil adalah mereka tidak tahu dengan pasti kapan mereka berovulasi.
Anda bisa menggunakan alat prediksi ovulasi.

Tips: Untuk memprediksi kapan kira-kira anda berovulasi, kurangi 14 hari dari total durasi 1 siklus menstruasi Anda.

3. Berhubungan intim sebelum Anda berovulasi

Sperma dapat bertahan hidup dalam rahim dan tuba fallopi selama dua sampai tiga hari.

Tetapi sel telur hanya bisa bertahan hidup selama 12 sampai 24 jam saja.

Jika berhubungan intim sebelum Anda berovulasi, berarti kemungkinan besar akan ada sperma hidup di dalam rahim sedang menunggu, siap untuk membuahi sel telur segera setelah sel telur tersebut dilepaskan dari ovarium.

Untuk Anda yang durasi siklus menstruasinya selama 28 hari (normalnya Anda berovulasi pada hari ke-14), inilah yang sebaiknya Anda lakukan:

  • Mulailah berhubungan intim beberapa kali dalam seminggu, segera setelah Anda berhenti menstruasi. Dengan frekuensi berhubungan intim seperti itu, berarti Anda memastikan tidak akan melewatkan hari tersubur Anda, terutama jika panjang durasi siklus menstruasi Anda berubah-ubah dari bulan ke bulan.
  • Berhubungan intim setiap selang satu hari (dua hari sekali), dimulai sekitar hari ke-10 setelah selesai menstruasi.
🔥5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *