3 Kandungan Gizi Utama Pada Buah Strawberry

Stroberi atau strawberry adalah salah satu tanaman buah yang paling populer di seluruh dunia. Salah satu spesies tanaman stroberi yang banyak tersebar yaitu Fragaria chiloensis L karena menyebar ke berbagai negara seperti Amerika, Eropa dan Asia.

Sedangkan spesies lain, yaitu F. vesca L lebih menyebar luas dibandingkan spesies lainnya. Jenis stroberi ini pula yang pertama kali masuk ke Indonesia.

Berikut 3 kandungan yang terdapat di dalam strawberry, di antaranya:

1. Vitamin C

Kandungan vitamin C yang terdapat dalam buah stroberi lebih banyak dibandingkan 1 buah jeruk oranye, karena stroberi memberikan 94 miligram vitamin C atau 1,5 kebutuhan vitamin C harian.

Banyak manfaat dari mengonsumsi vitamin C, antara lain menjaga kesehatan gigi dan gusi, membantu penyembuhan luka dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi serta menjadi antioksidan yang membantu mengurangi risiko beberapa jenis kanker.

2. Kalori

Delapan buah stroberi atau setara dengan 1 gelas, hanya mengandung 50 kalori dan tidak mengandung kolesterol atau asam lemak jenuh. Pada jumlah yang sama, stroberi juga memberikan 30 mikrogram (ug) asam folat.

Jumlah ini setara dengan 7,5 persen kebutuhan asam folat harian untuk ibu hamil, yakni 400 ug. Asam folat ini penting untuk mencegah cacat tabung saraf pada janin. Disamping itu, 1 gelas stroberi juga mengandung skitar 270 miligram potasium, di mana potasium merupakan salah satu mineral yang disarankan ada dalam menu makanan bagi orang yang ingin menurunkan tekanan darah.

Selain itu, 1 gelas stroberi juga megandung sekitar 4 gram serat yang dapat membantu menurunkan kadar lemak, kolesterol darah dan menyehatkan saluran pencernaan.

3. Antioksidan

Dalam sebuah penelitian, buah stroberi menduduki peringkat tertinggi kandungan antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang bisa melindungi sel-sel dari kerusakan oleh bahan-bahan pemicu kanker.

Antioksidan bekerja dengan mencegah atau mengganggu proses yang dapat mengarah pada pembentukan sel-sel kanker. Selain itu, antioksidan di dalam stroberi mampu memberikan perlindungan pada hati dan menjadi zat antiinflamasi.

Dalam suatu percobaan terhadap ekstrak stroberi oleh Departemen of Agirculture AS, ekstrak tersebut menunjukkan daya hambat yang besar terhadap pertumbuhan sel kanker serviks maupun sel kanker payudara.

Beberapa studi juga menunjukkan, asam ellagik yang ada dalam stroberi bisa menghambat kanker paru-paru, kerongkongan, payudara, kulit, serta kanker hati yang diakibatkan oleh pencernaan bahan-bahan kimia.

Dalam percobaan dengan sel kanker payudara, asam ellagik bisa menghambat pertumbuhannya sampai 45 persen. Sedangkan kuersetin yang ada dalam stroberi juga bisa menghambat pertumbuhan kanker prostat dan kanker payudara.

Senyawa-senyawa fitokimia dari buah stroberi yakni asam ellagik, kuersetin, kaempferol, asam fenolat dan antosianin diketahui dapat mencegah penggumpalan darah, salah satu penyebab orang kena serangan jantung atau stroke.

Perlu diketahui dari 160 gram buah stroberi mengandung: energi 50 kalori, protein 1 gram, karbohidrat 11,65 gram, serat 3,81 gram, kalsium 23,24 mg, magnesium 16,60 mg, fosfor 31,54 mg, potasium 44,82 mg, selenium 1,16 mg, vitamin C 94,12 mg, Folat 29,38 mg, Vitamin A 44,82 IU.

🔥9

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *