20 Penyakit Yang Bisa Timbul Di Kulit

Kondisi kulit merefleksikan kesehatan tubuh Anda. Untuk menjaganya tetap terlihat sehat dan segar, pahami cara merawat kulit dengan benar.

Kulit adalah organ terluar dari tubuh dan berfungsi melindungi organ dan jaringan yang ada di baliknya. Meski begitu, kulit juga merupakan salah satu pintu utama masuknya penyakit ke dalam tubuh dan menjadi penanda adanya penyakit tertentu. Selain menjaga temperatur tubuh dengan mengeluarkan keringat, saraf pada kulit juga memungkinkan Anda meraba dan merasa.

Jaringan yang Kompleks

Kulit adalah salah satu organ paling besar dan kompleks. Kulit terdiri dari epidermis sebagai lapisan terluar yang mengandung sel melanosit, yaitu sel penghasil pigmen yang menentukan warna kulit. Lapisan ini terus beregenerasi untuk mengganti sel-sel kulit yang telah mati.

Dermis, yaitu lapisan di bawahnya, mengandung folikel, kelenjar minyak, kelenjar keringat, saraf, dan pembuluh darah. Sementara hipodermis, yaitu bagian yang terdalam, tersusun atas lemak dan jaringan ikat.

Dari Jerawat hingga Kanker

Kulit bisa menjadi organ yang paling rentan terkena gangguan. Dari gigitan serangga, jerawat, hingga virus bisa mengganggu kesehatan kulit.

Berikut ini adalah kondisi-kondisi yang sering terjadi kepada kulit:

  1. Jerawat: kondisi saat minyak dan sel kulit mati menyumbat pori-pori. Kondisi umum ini pernah dialami sekitar 85% orang pada suatu waktu.
  2. Ruam: umumnya disebabkan oleh iritasi, alergi atau efek samping dari pengobatan tertentu.
  3. Selulitis: kulit berwarna merah, hangat, dan sering kali diiringi ruam yang terasa sakit. Kondisi ini merupakan peradangan yang terjadi pada dermis atau jaringan di bawahnya. Umumnya disebabkan oleh infeksi.
  4. Dermatitis: istilah umum untuk peradangan pada kulit.
  5. Eksim atau eksema: peradangan yang menyebabkan ruam-ruam gatal. Umumnya terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif atau sensitif.
  6. Psoriasis: gangguan kulit yang menyebabkan sel-sel kulit tumbuh terlalu cepat sehingga membuatnya menjadi tebal, berwarna putih, keperakan, atau kemerahan.
  7. Ketombe: kulit kepala bersisik, disebabkan oleh dermatitis seboroik, eksim, atau psoriasis.
  8. Panu : infeksi jamur yang membuat area tertentu pada kulit menjadi lebih pucat. Infeksi ini tidak membahayakan.
  9. Abses/bisul: penumpukan nanah dalam salah satu bagian kulit akibat infeksi. Pada beberapa kasus, bisul harus ditangani dokter untuk dibuka dan dikeringkan.
  10. Kutil: kondisi disebabkan infeksi virus yang membuat pertumbuhan kulit menjadi tidak terkendali. Umumnya kutil dapat disembuhkan dengan perawatan di rumah.
  11. Kudis gatal-gatal akibat tungau-tungau kecil yang menyusup ke kulit. Umumnya terjadi pada jari-jari, pergelangan tangan, siku, dan pantat.
  12. Kurap kemerahan berbentuk lingkaran pada kulit karena infeksi jamur.
  13. Melanoma: jenis kanker kulit yang paling berbahaya. Dapat disebabkan oleh paparan sinar matahari berlebihan.
  14. Herpes: iritasi kulit pada sekitar alat kelamin atau bibir yang disebabkan virus HSV-1 dan HSV-2.
  15. Urtikaria atau biduran: gatal-gatal dan kemerahan pada kulit yang muncul tiba-tiba karena alergi.
  16. Viral exantham: ruam merah pada area luas kulit yang sering terjadi pada anak-anak.
  17. Herpes zoster ruam yang menimbulkan rasa nyeri, disebabkan oleh virus cacar.
  18. Rosasea: ruam merah pada kulit wajah karena gangguan kronis. Sering terlihat seperti jerawat.
  19. Karsinoma sel basal: jenis kanker kulit yang menyebar perlahan-lahan.
  20. Keratosis seboroik: bintil-bintil atau tumor jinak pada kulit yang biasanya muncul pada bagian kulit yang sering terpapar matahari.
šŸ”„64

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *