10 Penyebab Kerontokan Rambut Yang Membandel

Kasus rambut rontok sebenarnya tidak hanya terjadi pada wanita tetapi juga dialami oleh kaum pria. Kerontokan masih dianggap wajar apabila jumlahnya kurang dari 100 helai per hari. So, pastikan ya buat kalian yang memiliki masalah rambut rontok dicek seberapa parah kerontokannya. Kalau masih dalam kategori normal tidak ada masalah, tetapi berbeda dengan yang sudah parah.

Biasanya bagi wanita walaupun masalah kerontokan masih dalam kategori wajar mereka masih tidak puas jika rambut masih saja mengalami kerontokan, menurut mereka hal tersebut dapat menjadi masalah yang cukup besar karena dapat membuat rasa percaya diri berkurang. Agar hal itu tidak terjadi ada sebaiknya kita mengetahui lebih awal.

Berikut penyebab rambut rontok :

1. Faktor Genetik

Penyebab ini adalah yang paling umum terjadi. Faktor keturunan apabila di keluarga besar Anda ada salah satu dari orang tua maupun kakek nenek Anda yang mengalami kebotakan, bisa saja hal ini akan terjadi kepada Anda.

Biasanya rambut yang rontok akan mengalami regenerasi, tergantikan oleh tumbuhnya rambut baru. Akan tetapi jka faktor genetic yang mempengaruhi, biasanya rambut yang baru akan tumbuh lebih lemah dan cenderung rapuh. Hal ini dapat terjadi sebab folikel rambut semakin kecil, hingga nanti saat masanya habis ia tak akan tumbuh lagi.

2. Kekurangan Zat Protein

Protein adalah zat pembangun dan pengatur tubuh. Zat ini pula yang berperan aktif dalam pertumbuhan rambut. Jika kekurangan protein, biasanya perlahan rambut akan kering, patah, lalu rontok secara perlahan. Jika terus dibiarkan, tentu saja akan sangat mengganggu, terutama jika Anda sampai mengalami kebotakan. Cukupi asupan protein dalam tubuh Anda dari daging, ikan, maupun kacang – kacangan.

3. Akibat Gangguan Kelenjar Tiroid

Apabila kelenjar tiroid mengalami gangguan, malfungi, atau tidak bekerja secara normal maka Anda akan mengalami hypotiroidisme. Kondisi akan mengakibatkan proses metabolism tubuh terganggu, diare, gangguan emosi, lemah otot, hingga rambut rontok. Gangguan kelenjar tiroid ini umumnya terjadi apabila seseorang mulai masuk pada usia lima puluhan.

4. Penyakit Lupus

Penyakit ini merupakan gangguan autoimun yang bisa berakibat menurunnya kekebalan tubuh. Sekitar satu setengah juta manusia di bumi ini terpapar penyakit tersebut. Lupus merusak jaringan kulit sebagai jaringan pertama pertahanan tubuh. Kulit akan memerah, bengkak atau kadang mongering dan mengelupas. Jika menjalar hingga kulit kepala, rambut akan cepat rontok. Kepitakan bahkan kebotakan dapat terjadi pada penderita penyakit ini.

5. Sering Mengubah Style Rambut

Memiliki gaya rambut berbeda – beda setiap waktu memang sangat menyenangkan. Menata rambut dengan berbagai style baru juga akan membuat Anda terkesan modis. Tetapi, jangan lupakan pengaruh buruk penataan rambut yang terlalu sering tersebut. Alat catokan, hair dryer, dan produk perawatan rambut mengakibatkan kulit kepala menjadi panas, sehingga kesuburan akar rambut akan terganggu dan menyebabkan kerontokan.

6. Efek Samping Obat

Seampuh apapun jenis obat, tidak mungkin tidak memiliki efek samping. Jika Anda sering membaca label obat dengan seksama pasti diantaranya ada yang menyebabkan kerontokan rambut. Biasanya obat untuk mengatasi depresi, obat kemoterapi, pengencer darah, obat kontrasepsi, serta jenis obat steroid akan menyebabkan kerontokan rambut dalam pemakaian jangka waktu tertentu. Hentikanlah konsumsi obat jika memungkinkan.

7. Salah Teknik Mengikat Rambut

Siapa bilang mengikat rambut itu bisa asal – asalan saja? Jika Anda asal mengikat rambut, rambut bisa rusak dan kusut. Untuk jepit atau tali pengikatnya pun harus yang sesuai standar, jangan gunakan karet mentah. Bila asal – asalan, nanti pada saat melepaskan ikatan rambut akan ikut tertarik dan tercabut. Bila keadaan ini sering terjadi, kulit kepala akan mengalami luka, kekencangan akar rambut juga dapat berkurang sehingga menyebabkan rontok.

8. Gonta Ganti Shampo / Terlalu Sering Melakukan Perawatan

Teknologi perawatan rambut yang semakin hari semakin berkembang menyebabkan para wanita ingin sekali mencoba segala treatmennya. Hal ini salah, perawatan rambut yang terlalu sering dapat mengakibatkan kerontokan karena unsur bahan kimia dalam produk perawatan rambut jika dipakai berlebihan dapat merusak kesuburan rambut.

9. Stress

Telogen effluvium merupakan kondisi dimana emosional, berbagai penyakit, dan trauma menyebabkan stress. Rambut memiliki siklus, pertumbuhan, istirahat, dan rontok. Banyak penelitian membuktikan bahwa stress berat sangat berpengaruh terhadap kerontokan rambut Jika stress, siklus rambut akan terganggu. Rambut akan sulit untuk tumbuh kembali. Butuh waktu hingga bulanan untuk mengembalikan siklusnya kembali normal.

10. Penyakit Dalam

Berbagai penyakit dalam seperti kanker otak, kanker kulit, jantung, sampai liver bisa memicu rontoknya rambut. Organ tubuh yang tidak bisa berfungsi dengan baik secara otomatis berpengaruh terhadap perkembangan bagian tubuh lain, termasuk rambut. Pengobatan dan terapi penyembuhannya pun umumnya membuat tubuh menjadi lebih panas, sehingga kulit kepala menjadi kering dan kurang nutrisi.

🔥2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *